Memahami pentingnya USAHA NYATA dibalik DOA

 ☆ Ketika AGUS haus kemudian berdoa pada Tuhan : ya Tuhan, aku haus, berilah aku air

Maka Tuhan bisa saja memberinya air melalui HUJAN dan Agus cukup diam saja menadah air hujan


Namun :

▪︎ Kapan hujan akan turun, Agus tidak bisa mengaturnya

▪︎ Seberapa lama hujan akan turun, Agus tidak bisa mengaturnya

▪︎ Seberapa banyak air yg akan Agus minum dr air hujan, Agus tidak bisa mengaturnya

▪︎ Apakah besok akan hujan kembali shg Agus bisa minum lagi, Agus tidak bisa mengaturnya


☆ Sementara Beni ketika ia haus lalu berdoa pada Tuhan : ya Tuhan, aku haus, berilah aku air


Kemudian Beni bergerak, melakukan usaha, menggali sumur atau jalan berkeliling mencari mata air


Maka :

▪︎ Kapan Beni akan minum, Beni bisa mengaturnya. Sumur punya sendiri

▪︎ Seberapa lama sumur mengeluarkan air, Beni bisa mengaturnya. Ketika airnya mulai kering ia akan menggali sumur lebih dalam. Kontrol tetap ada di tangan Beni

▪︎ Seberapa banyak air yg akan Beni minum dr sumur, Beni bisa mengaturnya. Sumur punya sendiri, airnya ya air Beni sendiri

▪︎ Apakah besok Beni bisa minum lagi, Beni bisa mengaturnya. Punya sumur sendiri kok


♧ Inilah perbedaan ketika anda berdoa kemudian diam saja, v/s berdoa kemudian melakukan usaha nyata


♧ Pada th 2020 silam mbah Wira pernah di maki salah seorang dukun seperti ini : mbah Wira itu kerja keras tiap hari kek orang yg paling butuh duit aja. Mau beli apa sih? Kita ini dukun, mau apapun tinggal minta aja sama Tuhan

Katanya begitu


♧ Dan betul bosku, si dukun ini pada ahirnya juga punya rumah, hasil di beri oleh mertuanya. Juga punya mobil, hasil di beri oleh klien yg berhasil di beckingin dan hajadnya berhasil


♧ Lalu jika kita cukup berdoa dan meminta saja pada Tuhan, mengapa mbah Wira masih kerja keras bagai kuda?


♧ Karena :

▪︎ dukun tersebut DIBERI rumah. Ga bisa milih mau rumah dimana (beliau dapat rumah di pekarangan yg jalannya adl gang buntu, dekat kuburan dan kebon bambu), modelnya gimana, ukurannya seberapa


▪︎ sementara mbah Wira berhasil BELI rumah. Karena beli, maka mbah Wira kuasa memilih mau beli rumah dimana (mbah Wira beli rumah di kota, NOL KM jalan propinsi, dekat exit tol), kuasa memilih mau model kek mana, berlantai berapa, dst. Wong beli beli sendiri, uang uang sendiri, bebas dong mau milih sesuai selera


▪︎ dukun tersebut jg ahirnya punya mobil, dikasih klien. Tapi kan ga bisa milih mau mobil merk apa, keluaran th berapa, warna apa, modelnya kek mana, 5 seater atau 7 seater, dst


▪︎ sementara mbah Wira, sudah ganti mobil 2x. Covid kemarin beli reborn deasel warna putih. 5 th kemudian tuker, destinator warna hitam. Mbah Wira punya kuasa memilih mau model kek mana, merk apa, warna apa, dst. Wong beli beli sendiri, uang uang sendiri, bebas dong mau milih sesuai selera


Mbah Wira beri contoh yg mudah2 saja, kejadian nyata yg berhubungan dg kebutuhan pokok yaitu griyo (rumah) dan turonggo (kendaraan). Supaya mudah dipahami oleh kita semua


Rumus tersebut juga berlaku utk semuaaa urusan lain nya


Jadi jelas yaa bosku

Dari sini semoga anda bisa memahami bahwa : YA BETUL KEAJAIBAN ITU ADA, YA BETUL KITA BISA DAPAT HARTA BENDA TANPA SUSAH PAYAH KERJA DAN CUKUP BERDOA


Betul bosku

Namun jangan lupa ketika kita BERJUANG BERUSAHA sekuat tenaga, maka kita punya kuasa utk memilih apapun yg kita inginkan sesuai selera


Jelas ya

0 Komentar